Tampilkan postingan dengan label juara liga indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label juara liga indonesia. Tampilkan semua postingan

PERSIJA JAKARTA

Publicado  Rabu, 25 Agustus 2010

Tiga Pemain Persija Miliki Nilai Kontrak Lebih Dari 1 Miliar. Pemain termahal Persija adalah Greg Nwokolo. Kenaikan harga kontrak para pemain Persija membuat pengeluaran tim ibukota tersebut dipastikan membengkak. Untuk mengikat tiga pemain saja, Persija sudah harus merogoh kocek lebih dari Rp3 Miliar. Ketiga pemain tersebut adalah Greg Nwokolo, Bambang Pamungkas, dan Ismed Sofyan.

Greg menjadi pemain termahal diantara ketiganya, banderol pemain asal Nigeria tersebut dikabarkan senilai Rp1,35 Miliar. Harga Greg melambung karena Persija harus membayar uang transfer sebesar Rp250 Juta kepada SC Olehanense untuk melepas mantan pemain Persis Solo tersebut.

"Nilai Greg yang tertinggi baru Bambang .Yang pasti kenaikan kontraknya tidak besar. Tapi, pemain junior tidak mengalami perubahan kontrak. Kenaikan kontrak beberapa pemain didasarkan kepada kontribusi musim lalu, selain nilai inflasi,” kata asisten manajer Persija, Ferry Indrasyarief, seperti yang dilansir Seputar Indonesia.

Nilai kontrak Bambang sendiri mengalami peningkatan menjadi Rp1,1 Miliar, setelah sebelumnya nilai kontraknya sebesar Rp1,05 Miliar. Sedangkan nilai kontrak Ismed juga meningkat sebesar Rp50 Juta, nilai kontrak pemain yang mempunyai umpan akurat tersebut sebesar Rp1 Miliar belum termasuk fasilitas lainnya. Gaji Ismed meningkat dari musim sebelumnya yang sebesar Rp950 Juta.

SELEKSI PEMAIN DI KUBU PERSIB

Publicado  Rabu, 18 Agustus 2010

Seleksi Persib Diikuti Pemain Top, Sejumlah pemain top di Superliga Indonesia mengikuti seleksi tim Persib. Persib Bandung menjadi daya tarik pada pemain Superliga Indonesia. Tidak sedikit pemain yang berseliweran di kompetisi dan menjadi pilar di klub lama memilih mengikuti seleksi di tim Maung Bandung.

Sebelumnya, mantan striker Persijap Jepara Pablo Frances dan Zaenal Arif yang sebelumnya bermain di Persisam Samarinda.

Kini, pilar Sriwijaya FC Isnan Ali dan andalan Persija Jakarta Abanda Herman mengikuti seleksi. Keduanya merupakan rekomendasi dari manajemen Persib.

"Kami memang memanggil Isnan dan Abanda untuk mengikuti seleksi bersama yang lain. Kami menilai mereka memiliki kualitas yang bagus. Kebetulan lagi, keduanya belum terikat kontrak dengan klub lain," jelas manajer Persib Umuh Muchtar.

Hanya, manajemen tetap menyerahkan sepenuhnya pemilihan pemain kepada pelatih Daniel Darko Janackovic. Menurutnya, manajemen sebatas memberikan rekomendasi.

"Kalau memang sesuai dengan karakter Persib, tentu kami akan merekrutnya. Bila tidak, kami tentu mencari penggantinya dengan kualitas yang harus bagus," katanya.

APA KABAR SRIWIJAYA FC

Publicado  Minggu, 13 Juni 2010

PALEMBANG - Prestasi Sriwijaya FC (SFC) musim ini jauh dari memuaskan. Berada di posisi delapan klasemen akhir Liga Super Indonesia (LSI), dan gagal berprestasi di AFC Cup. Musim ini memang masih menyisahkan satu kejuaraan lagi yaitu Piala Indonesia, tetapi SFC diyakini kembali gagal di Piala Indonesia.

Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel yang juga membidangi permasalahan olahraga di Sumsel, Edward Jaya mengatakan gagalnya SFC berprestasi musim ini karena kesalahan SFC menempatkan orang dalam beberapa posisi seperti direktur teknik dan manajer.

Dibincangi Jumat (11/06/2010) melalui sambungan telpon, Edward langsung menunjuk kesalahan kepada direktur teknik dan manajer SFC yang kebetulan dijabat oleh orang yang sama yaitu Hendri Zainuddin.

“Kesalahannya adalah salahnya SFC dalam menunjuk manajer dan direktur teknik. Harusnya direktur teknik dan manajer itu adalah orang yang benar-benar mengerti bola. Kalau dia tidak mengerti bola, bagaimana mau memberi instruksi tentang bola,” kata Edward yang saat ini masih berada di Kabupeten Empat Lawang.

“Yakinlah kalau musim depan tetap Hendri yang menjabat sebagai manajer dan direktur teknik, sampai tahun 2020 pun, SFC tidak akan berprestasi. Solusinya hanya satu ganti manajer dan direktur teknik,” ujar Edward menyarankan.

“Sebagai anggota dewan saya tidak bisa meminta, namun hanya menyarankan. Cari direktur teknik dan manajer yang benar-benar mengerti bola. Itu kalau SFC ingin kembali berprestasi,” katanya.

Bukan hanya Edward saja yang menyarankan pergantian manager. Sebelumnya dalam pertemuan dengan Komisi V DPRD Sumsel hampir seluruh anggota dewan dari Komisi V meminta agar SFC mengganti manajer.

Hendri Zainuddin sendiri enggan mengomentari pernyataan Edward Jaya ini. Sebelumnya dalam perbincangan santai di sekretariat SFC, Hendri mengatakan capek dan tidak enak menjadi manajer SFC karena selalu dicaci saat kalah, padahal dirinya telah mengorbankan segalanya demi SFC.

Apakah pernyataan Hendri ini mengindikasikan bahwa dirinya akan mundur sebagai manager SFC musim depan. Kita tunggu saja, karena terlebih dahulu harus dibawa dalam rapat direksi PT SOM usai Piala Indonesia berakhir. (acf)